FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM MUHAMMADIYAH BIMA MENYELENGGARAKAN KULIAH UMUM

Kota Bima. Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Bima enyelenggarakan kuliah umum pada rabu (26/9) yang bertempat di Aula Kampus setempat. Kegiatan yang bertema “Reformulasi Bangunan Keilmuan Pendidikan Islam dalam Peradaban Global” ini menghadirkan Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, M.Si sebagai narasumber tunggal.

Sebagai penanggung jawab kegiatan, Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Bima Dr. Ruslan, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300-an mahasiswa Fakultas Tarbiyah, semua dosen, Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Dekan Fakultas Syariah, Kepala LP2M dan para tamu undangan lainnya. Sedangkan mengenai tema kegiatan ini, lulusan program doktor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu menandaskan bahwa tema ini merupakan hasil modifikasi atas beberapa karya guru besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut. “Saya berharap kepada Prof. Imam dalam uraiannya nanti tidak harus terpaku kepada tema, tetapi juga menguraikan prospek lulusan Fakultas Tarbiyah IAIM Bima ke depannya”, demikian terangnya.

Sedangkan Rektor IAI Muhammadiyah Bima Syafruddin, M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. Imam Suprayogo. Kehadiran Ketua Umum DPP Jam’iyyatul Islamiyah ini merupakan berkah tersendiri bagi civitas akademika IAI Muhammadiyah Bima, tegasnya.

Pada penyampaian materi kuliah umum, mantan Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Malang itu  menegaskan mahasiswa dan lulusan Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima harus memiliki kemampuan bahasa Arab dan Inggris, sehingga ilmu yang diperoleh selama menempuh kuliah tidak saja bermanfaat bagi masyarakat Bima, tetapi bisa bermanfaat bagi masyarakat di Negara-negara lain yang menggunakan bahasa tersebut. Sebab, kalau tidak begitu, mahasiswa dan lulusan Fakultas Tarbiyah akan kesulitan dalam berkompetisi. Menurutnya, Perguruan Tinggi Islam terutama PTM harus berbenah dalam menghadapi peradaban global. Untuk itu, ia mengharapkan agar IAI Muhammadiyah Bima segera beralih status menuju Universitas Muhammadiyah Bima, sehingga dapat membuka fakultas dan prodi-prodi umum, terutama eksakta seperti pertanian dan kelautan. Semua ilmu sudah ada dalam Al-Qur’an, tetapi umat Islam jarang yang mendalaminya, demikian kritiknya. “zn”